Tuesday, November 27, 2012

Peranan Ilmu Kedokteran kehakiman

Rabu, 28 November 2012


Peranan ilmu kedokteran kehakiman

Ilmu kedokteran kehakiman adalah penggunaan ilmu kedokteran untuk kepentingan peradilan. Pertanyaannya adalah apa yang sesungguhnya yang menjadi inti dari peran ilmu tersebut dalam hubungannya dengan proses peradilan. Jawaban yang paling esensial dari pertanyaan tersebut adalah bahwa ilmu kedokteran kehakiman berperan dalam hal menentukan hubungan kausalitas antara sesuatu perbuatan dengan akibat yang akan ditimbulkannya dari perbuatan tersebut, naik menimbulkan akibat pada tubuh gangguan kesehatan atau matinya seseorang  yang patut diduga telah terjadi tindak pidana. berdasarkan hasil pemeriksaan ahli forensik inilah, selanjutnya dapat diketahui apakah lukanya seseorang, tidak sehatnya seseorang, atau matinya seseorang tersebut diakibatkan oleh akibat tindak pidana atau tidak. Dokter ahli forensik dapat memberikan bantuannya dalam hubungannya dengan proses peradilan dalam hal :
  1. pemeriksaan ditempat kejadian perkara (TKP), biasanya dimintakan oleh pihak yang berwajib dalam hal dijumpai seseorang dalam keadaan meninggal dunia. Pemeriksaan oleh dokter ahli forensik ini akan sangat penting dalam hal menentukan jenis kematian dan sekaligus untuk mengetahui sebab-sebab dari kematiannya itu, yang didirikan akan sangat berguna bagi pihak yang berwajib untuk memproses atau tidaknya menurut hukum. Dalam kaitan ini dokter akan membuat vicum et repertum sebelum jenazah dikuburkan.
  2. pemeriksaan terhadap korban yang luka oleh forensik dimaksudkan untuk mengetahui hal-hal :
  • ada atau tidaknya penganiayaan;
  • menentukan ada atau tidaknya kejahatan atau pelanggaran kesusilaan;
  • untuk mengetahui umur seseorang;
  • untuk menentukan kepastian seseorang dalam kandungan seorang ibu. Hal tersebut akan dijadikan landasan untuk menentukan ada atau tidaknya pelanggaran terhadap pasal 352, 351, 285, 292, 341, 342, 288, dan 44 KUHPidana.

Sumber : Ilmu Kedokteran Kehakiman, Syarifuddin Pettanasse, SH, MH. Penerbit Universitas Sriwijaya, Januari 2010.

No comments:

Post a Comment